Tentang KRI Nanggala-402: Spesifikasi, Senjata, dan Sejarah Operasi

Pandangan. com – Kapal Selam TNI Bala Laut, KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak saat sedangkan berlayar di utara Bali pada Rabu (21/4/2021). Kapal selam buatan Jerman itu kabarnya hilang saat terlibat dalam misi latihan ikatan penembakan torpedo dan peluru kendali.

Saat hilang, KRI Nanggala-402 membawa 53 kru. Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui nasib para kru tersebut. Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan telah meminta bantuan Singapura dan Australia buat turut mencari kapal menghunjam tersebut.

Kapal Selam KRI Nanggala 402 sedang meninggal di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014) dalam Pelajaran Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014. [Antara/Eric Ireng]

Hadi mengatakan Australia dan Singapura terikat konvensi dengan Indonesia terkait jalan pencarian kapal selam kalau terjadi insiden atau bencana dalam latihan.

“Iya, kan selama ini punya kegiatan sama, ya, pencarian dan lain-lain terkait dengan kecelakaan latihan dengan Singapura maupun Australia, sudah dilaksanakan dan dikomunikasikan, ” kata Panglima TNI ketika dikonfirmasi wartawan daripada Jakarta.

Baca Juga: Sebelum Hilang, Kapal Selam Nanggala-402 Izin Nyelam Tembakkan Torpedo

Hadi mengucapkan kapal selam KRI Nanggala-402 hilang sekitar pukul 4. 30, ketika sedang membiasakan menembakan peluru kendali.

“Terakhir komunikasi pada pukul 04. 30 WITA (dini hari). Ketika mau laksanakan penembakan, sudah tidak ada hubungan, ” ujarnya.

Spesifikasi KRI Nanggala-402

KRI Nanggala-402 dibuat galangan kapal Howaldt Deutsche Werke di Kiel, Jerman (Barat), pada tahun 1981 setelah kontrak efektif ditandatangani pada tahun 1977.

Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Proses Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). [Antara/Syaiful Arif]

KRI Nanggala-402 memiliki saudara kembar, KRI Cakra-401, yang sama-sama dari Type 209/1300 – tipe kapal menyelundup buatan HDW Jerman dengan cukup banyak populasi dalam seluruh dunia.

Kapal selam tipe ini juga dibuat secara lisensi dan dikembangkan beberapa negara, di antaranya oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan yang menjadi kelas Changbo-Go.

Baca Juga: Hilang di Laut Bali, Kapal Selam TNI KRI Nanggala-402 Masih Dicari

Kapal selam buatan Korea Selatan ini juga dibeli Indonesia dalam skema dengan semula adalah enam bagian. Indonesia juga membangun kapal selam Changbo-Go ini di dermaga PT PAL, Surabaya. Tiga dari kapal selam kelas Changbo-Go ini telah hadir di Tanah Minuman, yaitu KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405.